Scroll to top

Seputar Rajungan

Rajungan (portunus sp.) memiliki karapas biru berbintik-bintik putih dengan kaki belakang berbentuk cakram, capit yang panjang, dan sembilan duri di sepanjang karapas.  Rajungan dapat ditemukan di daerah estuaria, perairan pantai dan embayment laut.  Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dikelilingi oleh banyak muara, daratan dan air laut embayment.  Oleh karena itu, Indonesia adalah surga bagi “si biru” julukannya yang  terkenal dari barat sampai ke timur.

Rentang hidup rajungan mencapai tiga tahun, memenuhi syarat untuk dikonsumsi setelah usia 10 bulan dengan minimal 10 cm ukuran diameter karapasnya.

Selain itu, rajungan adalah predator yang rakus berburu hewan bertubuh lunak (mollusca), ikan kecil, cacing, bivalvia, bahkan hewan bercangkang (crustacea) kecil. Sebagai omnivora, mereka juga memakan lamun dan ganggang makro sampai batas tertentu. Mungkin karena kebiasaan konsumsi makanan seperti itu, rajungan menjadi favorit di meja makan karena citarasa segar dan manis alami. Rajungan biru tidak tergantikan, bahkan bagi penggemar rajungan merah (portunus haanii).

Selain rasanya yang lezat, rajungan juga diperkaya dengan asam lemak omega-3 rantai panjang, selenium, riboflavin, tembaga, dan fosfor, serta nutrisi lainnya.  Kapan pun Anda ingin meningkatkan produksi sel darah merah, kepadatan tulang dan gigi, sistem kekebalan tubuh, sistem saraf, fungsi ginjal, otot jantung, sistem metabolisme, kulit, dan mata, daging rajungan dapat memberikan manfaat tersebut.